Tertindih pohon pisang, lansia asal Tosuraya ditemukan meninggal dunia di kebunnya



Humas Polres Minsel
Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di lokasi Perkebunan Bedeng Kelurahan Lowu Dua Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara pada petang kemarin, Senin (25/12) sekira pkl. 17.30 wita.





Peristiwa yang sempat menggegerkan warga ini langsung direspon cepat oleh piket gabungan Polsek Ratahan dengan segera mendatangi TKP dan melakukan proses identifikasi serta mengevakuasi mayat.

“Diidentifikasi bernama Boy Sakul, 68 tahun, warga kelurahan Tosuraya Kecamatan Ratahan; mayat ditemukan dalam posisi tergelatak di tanah, menghadap ke atas dengan mulut sampai leher tertindih pohon pisang,” ungkap Kapolsek Ratahan Kompol Sammy Pandelaki.

Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa lelaki Boy Sakul ini memang sering menginap di kebunnya selama 2 (dua) hingga 3 (tiga) hari kemudian kembali pulang ke rumah. “Lelaki Boy Sakul meninggalkan rumah sejak tanggal 16 Desember pagi, namun karena sudah beberapa hari tidak pulang maka keluarga bersama pemerintah melakukan pencarian hingga menemukannya dalam kondisi tak bernyawa,” tambah Kapolsek.

Pihak kepolisian telah menyarankan untuk dilakukan otopsi namun ditolak oleh pihak keluraga atas dasar menerima peristiwa ini sebagai musibah. “Keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan saat ini mayat lelaki Boy telah disemayamkan di rumahnya untuk dikebumikan,” pungkas Kompol Sammy.

Komentar